Filed under: Uncategorized
Beberapa minggu lalu, di twitter, seorang Financial Planner yang aku follow melemparkan satu pertanyaan “….. tahun kerja punya ….”
Pertanyaan ini cukup menamparku karena tahun ini aku kira-kira sudah sebelas tahun bekerja. Ok, jadi pertanyaannya menjadi : “Sebelas Tahun bekerja punya….” Punya apa ya? hehe…
Baiklah, sepertinya aku terlambat untuk mulai memiliki aset2. Sekarang, apa yang akan aku rencanakan untuk masa pensiun. Aku bukan pegawai negeri. Jadi dana pensiun tidak akan turun dengan sendirinya. Aku berdoa agar masa pensiunku kelak aku cukup bisa hidup dengan layak dan tidak menjadi beban buat orang lain. Tapi berdoa saja nggak cukup kan. Aku harus bekerja keras untuk itu.
Umurku tahun ini 35 tahun. Umumnya orang mulai pensiun umur 55-60 tahun. Jadi aku cuma punya waktu 20-25 tahun untuk mempersiapkan dana pensiunku. Bagaimana sih mempersiapkan dana pensiun? Menabung? Come on.. kita tau kan bunga tabungan dari bank besarnya 1-2% per tahun. Sedangkan inflasi umumnya 8-10% pertahun. Dari hitung2an itu saja sudah pasti tabungan kita gak akan ‘nututi’ inflasi. Belum lagi umumnya bank mengenakan berbagai biaya administrasi. Intinya: tekor dong.
Jadi, mulailah aku kasak-kusuk mencari bagaimana sih mempersiapkan dana pensiun. Untunglah ada internet. Walaupun kadangkala internet dipakai untuk hal2 negatif, seperti ‘ngapusi’ orang lain dsb, tapi dari internet juga aku mendapat ‘ilmu’ mengenai rencana keuangan. Aku memutuskan untuk menulis ini di blog, supaya, siapa tau ada juga orang yang tertular sedikit ilmu mengenai rencana keuangan.
Untuk dana pensiun, pertama yang harus kita hitung adalah berapa sih biaya bulanan yang kita butuhkan 20 tahun dari sekarang? Sebenarnya gak perlu susah2 pakai kalkulator finansial, di microsoft excel sudah ada kok formula untuk finansial.
Ambil contoh, biaya hidup kita setiap bulannya pada tahun 2010 Rp. 10.000.000 (pakai angkanya yang rada bombastis ^_^) . Pada tahun 2030, berapa biaya bulanan kita? Dengan asumsi inflasi 10%, dan kita gaya hidup kita 20 tahun lagi relatif tetap, maka -dengan menggunakan rumus2 sakti di excel- muncullah angka bahwa pada tahun 2030, biaya hidup kita perbulan = Rp. 67.275.000. Hmmmm.. kebayang kan pada tahun 2030, biaya hidup kita hampir Rp. 70.000.000/ bulan. Ok, lalu andaikan di umur 55 tahun kita sudah berhenti bekerja. Artinya tidak ada penghasilan tetap bulanan, sedangkan -let’s say- harapan hidup kita mencapai usia 85 tahun. Artinya, selama 30 tahun setelah kita berhenti bekerja kita harus punya tabungan agar kita bisa membiayai hidup sehari-hari. Artinya lagi, tabungan dana pensiun kita harus mencukupi untuk 30 x 12 bulan dong… Yak, dihitung-hitung, boleh pake kalkulator biasa atau pakai rumus2 saktinya excel, artinya kita harus punya tabungan sebesar Rp.24.219.000.000 alias sekitar 24 miliar. Ih, gak kebayang yah. Tapi.. kita mesti ingat. Angka 24 miliar itu, present valuenya ‘cuma’ sekitar Rp. 3.6 miliar (ayo, hitung kasar aja, Rp.10.000.000 x 30 x 12)
Dapet dari mana tuh angka mil-milan? Pastinya aku gak berminat untuk korupsi (semoga Allah Bapa menolong aku untuk menjauhkan diri dari hal itu). Nah, di sini deh perlunya orang untuk berinvestasi. Intinya sih, kita harus melakukan sesuatu, sehingga uang yang kita ‘tanam’ bisa ‘tumbuh’ mengalahkan laju inflasi.
Yuk, kembali ke rumus2 sakti excel. Dari situ muncul angka2, bahwa dengan berinvestasi yang diharapkan imbal hasilnya 25% per tahun, kita perlu berinvestasi rutin sekitar Rp. 3.600.000 per bulan. Besar yah… Ya memang besar, karena waktu ‘menabung’nya sudah pendek, yaitu cuma sekitar 20 tahun. Semakin panjang waktu ‘menabung’nya akan semakin kecil juga jumlah yang harus diinvestasikan per bulan.
Hobi dengan rumus2 sakti di excel, yuk kita hitung: bagi mereka yang pada tahun ini masih berusia 25 tahun, mereka masih punya waktu 30 tahun untuk berinvestasi sebelum mereka pensiun di usia 55 tahun. Ok, let’s say si pemuda/ pemudi yang saat ini berusia 25 tahun juga punya biaya hidup per bulan Rp. 10.000.000. Masukkan angka di excel, asumsi inflasi sama2 10% p.a., keluarlah angka, bahwa 30 tahun dari sekarang -tahun 2040 – biaya hidup mereka menjadi sekitar Rp. 174.500.000 (Rp 174 juta/ bulan… hmmmph..) Artinya para pemuda-pemudi 25 tahunan ini harus menyediakan tabungan dana pensiun sekitar Rp. 62. 800.000.000 (Rp. 62,8 miliar!). Lalu mereka harus nabung berapa per bulan? Kita samakan saja, mereka berinvestasi yang memberikan imbal hasil 25% pertahun. Masukkan angka2 tsb di excel, whala… ternyata mereka cuma harus berinvestasi rutin sekitar Rp. 800 ribu per bulan.
investasi start pada usia 35 tahun ——-> target 24 miliar pada 20 thn lagi —>investasi per bulan selama 20 tahun = Rp. 3.600.000
investasi start pada usia 25 tahun ——–> target 62 miliar pada 30 thn lagi —> investasi per bulan selama 30 tahun = Rp. 800.000
Jadi, teman2 ku yang umurnya belum banyak… yuk… jangan terlambat mulai berinvestasi. Siapkan dana pensiun kita sendiri.
Mengenai bagaimana berinvestasi, jujur aku sendiri belum pede untuk menulis hal tsb. Cuma, para finansial planner itu cukup bertebaran kok di berbagai media. Silakan search Ligwina Hananto, Safir Senduk, dll.
Kalo ada yang mau mengkoreksi hitungan2 di atas monggo lho..
Yuk, be responsible to our own finansial
-k-
Leave a Comment so far
Leave a comment